DAMPAK ELIT POLOTIK PADA MASYARAKAT
Politik
merupakan seni proses membentuk dan membagi-bagi kekuasaan melalui pengambilan
keputusan. Politik berkaitan erat dengan kehidupan bermasyarakat atau kehidupan
bernegara. Untuk mewujudkan kebaikan bersama, masyarakat membutuhkan politik.
Politik digunakan dalam penyelenggaraan masyarakat (negara) dengan tujuan
mendapatkan dan mempertahankan tahta dan membuat kebijakan publik.
Di
dalam Masyarakat ada dua tipe yaitu masyarakat elit dan non elit. Masyarakat
elit sendiri terdiri dari dari masyarakat elit politik dan elit penguasa. Elit
Politik menurut Teoritikus Politik adalah orang-orang yang memiliki jabatan
dalam sistem politik. Kelas elit adalah kelompok kecil penguasa yang mampu
memonopoli kekuasaan dan menjalankan sistem politik. Kelas ini memiliki
kewenangan besar dalam sistem politik.
Kondisi
kalangan elite politik di Indonesia saat ini banyak yang cenderung
berpolitik dengan melalaikan etika kenegarawanan. Banyak sekali kenyataan bahwa
mereka berpolitik dilakukan tanpa rasionalitas, mengedepankan emosi dan
kepentingan kelompok, serta tidak mengutamakan kepentingan berbangsa. Hal ini
sangat menghawatirkan karena bukan hanya terjadi pembunuhan karakter
antarpemimpin nasional dengan memunculkan isu penyerangan pribadi, namun juga
politik kekerasan pun terjadi. Para elite politik yang saat ini cenderung
kurang peduli terhadap terjadinya konflik masyarakat dan tumbuhnya budaya
kekerasan. Elite bisa bersikap seperti itu karena mereka sebagian besar berasal
dari partai politik atau kelompok-kelompok yang
berbasis primordial sehingga elite politik pun cenderung berperilaku
yang sama dengan perilaku pendukungnya. Bahkan elite seperti ini merasa halal
untuk membenturkan massa atau menggunakan massa untuk mendukung langkah
politiknya.
Selain
itu kurangnya komunikasi politik juga menjadi penyebab lahirnya elite
politik seperti yang dikatakan sebelumnya. Yaitu elite politik yang tidak mampu
menyuarakan kepentingan rakyat, namun juga menghasilkan orang-orang yang
cenderung otoriter, termasuk politik kekerasan yang semakin berkembang karena
perilaku politik dipandu oleh nilai-nilai emosi.
Saat
ini negara sedang mengalami berbagai persoalan, tentu kita semua telah mahfum.
Tidak hanya pada sektor atau bidang tertentu saja, persoalan telah muncul di
hampir semua sendi kehidupan berbangsa. Kecenderungan yang ada, persoalan itu
semakin hari bukannya semakin menyederhana tetapi kian kompleks dan rumit. Ini
bisa terjadi karena Indonesia tengah di landa krisis sikap kenegaraan, patriot
bangsa, kepemimpinan, ketiadaan idola, figur dan teladan yang menjadi panutan
masyarakat dari pemuka agama dan pejabat. Banyak elite politik tidak bisa
menjadi teladan, karena mereka mereproduksi identitas (suku, ras, agama) itu
untuk komoditas politik. Ada kebutuhan yang sangat urgen dikerjakan oleh elit
(agama) di negeri ini, yakni memberikan keteladanan atas umat dan warganya.
Pasalnya, keteladanan nyaris tidak ada di Nusantara ini.
Demikian
sulit mendapatkan teladan dari elit-elit politik, birokrat. Sebagian besar elit
politik, birokrat terjerat dalam kehidupan yang serta materialistik,
mengutamakan hal-hal yang serbamateri dan terpesona dengan glamor duniawi.
Kehidupan mereka lebih dekat dengan syahwat Rahwana dari pada sufisme. Sufisme
bahkan sering kali dicela tidak realitis untuk kehidupan sekarang. Syahwat
Rahwana adalah syahwat angkara murka dan ingin menang sendiri. Sang pemimpin
yang berpakaian berdasi necis, bersimbol garuda di dadanya menutup mata hatinya
dengan mengabaikan suara rakyat Saat banyak rakyat kelaparan, jatuh miskin,
penyakitan, bencana, sang pemimpin sibuk berburu mahkota, surga dengan
menaikkan gaji, membangun istana dengan cara menilap uang negara melalui
cara-cara legal.
.Bangsa
yang tengah dilanda kelaparan massal, kemiskinan yang terus mengalami
peningkatan, sekalipun pemerintah mengatakan kemiskinan menurun tiap tahunnya,
bencana terus beruntun, fitnah politik terus mengendus dan saling curiga serta
kemungkaran sosial seperti korupsi terus terjadi massif. Dengan demikian,
keteladanan akan sangat diharapkan hadir dari elit-elit Politik di Indonesia.
Dengan sikap kenegaraan, yang patriotik, tegas, jujur, adil inilah harus
dimiliki oleh seorang pemimpin ideal guna memberikan keteladanan bagi
masyarakat yang kian memudar di Bumi Nusantara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar